Musik dan Misterinya, dalam Buku ‘Untuk apa Seni?’

‘Untuk apa Seni?’ merupakan buku yang mempertanyakan kembali tujuan dan pengaruh seni secara luas dan sempit. Paradigma seni di dunia manusia modern yang terkesan tak jelas, mengada-ngada, sekedar hiburan, hanya berolah keterampilan, dst. Sehingga menjadi pertanyaan apakah seni masih berkepentingan di kehidupan manusia yang hidup di atas nalar ilmiah, teknologis, dan finansial ekonomi.  Refleksi dari... Continue Reading →

Iklan

Si Otong dan Perkara-perkaranya

Bajingan! Kukayuh sepeda kuat-kuat. Rasanya makin berat. Pahaku mengeras, nyeri sekali. Pemulung itu masih mengejarku dengan kailnya yang berkarat seperti orang kesurupan. Sungguh sebuah ketidaksengajaan. Aku mengencingi pemulung itu ketika ia sedang onani di dasar pohon beringin. Beginilah nasib seorang yang tak kuasa apabila benteng pertahanannya terguncang. Baik lubang kencing maupun lubang kentut. Dua-duanya bermasalah,... Continue Reading →

Muslihat Musang Emas: Keganjilan dalam Kelucuan yang Menyenangkan

Judul: Muslihat Musang Emas Pengarang: Yusi Avianto Pareanom 246 halaman Cetakan pertama, September 2017 ISBN: 978-979-1079-60-0 "Percobaan pertamanya menggunakan bantuan film hentai yang ia tonton dari laptopnya. Sebagian besar cairan yang keluar dari pipanya gagal ia tampung dengan telapak tangan kirinya lalu mengenai meja belajarnya. Tanpa pikir panjang, ia menjilat dan menelan semua cairan yang... Continue Reading →

Sebuah Kisah, Sebuah Mimpi, Sebuah Kabar, dan Sebuah Rahasia

“Ini berongga. Kaudengar itu?” katanya sambil mengetuk-ngetuk lantai kayu di dalam ruanganku. Seperti bersujud, tetapi kepalanya mendongak ke arahku. Sebuah lantai kayu berbentuk persegi, dan bercelah di antara lantai sekitarnya. “Jangan dibuka,” pintaku. “Kenapa?” “Aku tak tahu. Jangan dibuka.” “Kau tahu apa isinya? Pasti ada sesuatu yang kausembunyikan.” “Tidak sama sekali.” “Aku tahu kau berbohong.... Continue Reading →

Jason Ranti, Arus Balik Lewat Lirik Nyentrik

Kejenuhan yang melanda di wilayah musik folk agaknya sedikit memudar. Pasalnya, album perdana dari Jason Ranti menjadi arus balik di tengah-tengah keseragaman musik folk yang terlalu memuja kesenduan. Jason Ranti (sumber foto: minumkopi.com) Hanya dengan sepasang gitar dan harmonika, Jeje (panggilan Jason) meracau sendiri di panggung-panggung yang dihias dengan sederhana. Lantunan yang disajikan begitu seirama... Continue Reading →

Seribu Puisi untuk Kekasih

Sayang, ingatkah engkau saat kita bersenda-gurau?   Ketika engkau menyentuh hidungku dengan telunjuk mungilmu yang telah dibubuhi selai kacang olehmu sendiri?   Sayang, aku sempat bertanya padamu untuk apa menjalin kebahagiaan jika kita akan berpisah?   "Aku tak ingin berpisah," katamu. Lalu engkau menangis tak karuan. Apa-apaan.   Sayang, pada akhirnya kita benar-benar berpisah. Aku... Continue Reading →

Tarrkam: Sintesa Kebaharuan di Skena Hardcore-Punk

Tarrkam, band hardcore-punk asal Jakarta yang begitu bersinar. Band yang digawangi kuartet Ape (vokal), Epan (gitar), Haryo (bass), dan Bagas (drum) telah merilis album EP bertajuk Transcend Massive Culture (2015), lalu pada tahun yang sama juga menggarap album split EP bersama band Total Jerks. Tarrkam. (Sumber: surnalisme.com) Album mini mereka memuat tiga lagu: Transcend Massive... Continue Reading →

Istriku Seorang Pujangga

Aku tidak menyukai puisi sebagaimana istriku. Akhir-akhir ini ia keranjingan betul membaca buku-buku kumpulan puisi. Kira-kira sebulan yang lalu ketika ia berulang tahun, aku menghadiahinya sebuah buku kumpulan puisi karya pujangga paling kondang negeri ini, Chairil Anwar. Aku menghadiahi buku itu bukan karena ada alasan tertentu tapi memang sudah terlanjur bingung entah apa yang mesti... Continue Reading →

WordPress.com.

Atas ↑